5 Penumpang Malaysia air tercover asuransi Allianz

Tags

, , , ,

pesawat malaysia airline hilang allianz asuransi jiwa mencoverKuala Lumpur -Perusahaan asuransi Allianz Malaysia mengungkapkan 5 penumpang yang hilang bersama Malaysia Airlines di flight MH370 telah mendapatkan perlindungan asuransi dari Allianz asuransi jiwa.
4 penumpang merupakan warga negara Malaysia dan yang ke-5 merupakan siswa yang berkewarganegaraan China.

“Empat dari mereka mempunyai polis asuransi jiwa dan satu lagi asuransi kecelakaan,” ungkap CEO Allianz Malaysia, Jens Reisch seperti dikutip TheStar, Rabu (12/3/2014).

Namun Reisch tidak menyebutkan penumpang mana saja yang tercover asuransi kesehatan dari Allianz tersebut. Termasuk besaran klaim yang didapatkan pemegang polis itu.

“Sebagai bagian dari industri asuransi, kita harus menunggu konfirmasi sebelum kita mulai menetapkan klaim. Kami prihatin dan harus kita berikan klaimnya. Itu akan menjadi proses yang mudah dan cepat bagi para keluarganya,” kata Dia.

Pesawat Malaysia Airlines bernomor penerbangan MH370 yang membawa 239 penumpang dan awak termasuk 153 warga negara Cina dinyatakan telah hilang sejak Sabtu 01:20 waktu setempat. Operasi pencarian besar-besaran sampai tingkat internasional pun dilakukan.

Source : http://finance.detik.com/read/2014/03/12/151259/2523544/5/ada-5-penumpang-mh370-tercover-asuransi-allianz?f9911033

Garuda Indonesia bekerjasama dengan Allianz untuk melindungi penumpangnya

garuda indonesia bekerjasama dengan allianzSetelah bekerjasama dengan Singapore Airlines kini maskapai penerbangan skala international dan nasional terbesar di Indonesia PT Garuda Indonesia (persero)Tbk. menggandeng PT Asuransi Allianz Utama Indonesia (Allianz Utama) untuk menyediakan layanan Garuda Indonesia Travel Insurance.

Garuda Indonesia Travel Insurance yaitu produk asuransi perjalanan pertama untuk perlindungan pelanggan Garuda. Penandatanganan kesepakatan kerjasama ini dilakukan oleh Inkes Lukman, Direktur Allianz Utama Indonesia dan Daniel Tumiwa, Vice Presiden E-commerce Garuda di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta.

“Garuda Indonesia Travel Insurance” merupakan asuransi perjalanan pertama yang ditawarkan kepada pelanggan Garuda. Saat ini, “Garuda Indonesia Travel Insurance” ditawarkan khusus bagi pembelian tiket perjalanan melalui website atau secara online. Asuransi perjalanan ini akan mencakup perjalanan domestik maupun internasional dengan berbagai manfaat untuk risiko perjalanan yang mungkin terjadi.

“Tingginya kemungkinan risiko yang terjadi saat melakukan perjalanan, seperti pembatalan penerbangan atau kehilangan dokumen perjalanan, serta risiko lainnya membuat kami melihat pentingnya asuransi perjalanan bagi para pelaku perjalanan. Garuda Indonesia Travel Insurance merupakan bentuk kepedulian kami terhadap para pelanggan setia Garuda  dan juga seluruh masyarakat Indonesia, karena kenyamanan dan keselamatan nasabah merupakan fokus utama bagi kami,” kata Daniel Neo, Direktur Utama Allianz Utama.

Sementara itu, Erik Meijer, Direktur Pemasaran dan Penjualan Garuda mengatakan bahwa “Garuda Indonesia Travel Insurance” ini merupakan wujud komitmen Garuda dalam memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh pelanggan. “Dengan adanya Garuda Indonesia Travel Insurance ini, kami ingin seluruh penumpang semakin merasa secure dalam melakukan perjalanan bersama Garuda,” tambah Erik.

Garuda Indonesia Travel Insurance juga menawarkan manfaat perlindungan medis yang komprehensif termasuk penggantian biaya pengobatan, santunan tunai harian rumah sakit, evakuasi medis darurat dan repatriasi. Selain itu, pelanggan Garudajuga akan mendapatkan penggantian kerugian apabila terjadi penundaan atau pembatalan penerbangan, bagasi hilang atau rusak serta penggantian biaya yang dikeluarkan selama perpanjangan waktu menetap pada saat terjadi kehilangan dokumen perjalanan.

Selain perlindungan dan penggantian kerugian, Garuda Indonesia Travel Insurance juga menyediakan layanan 24H Travel & Medical Assistance yaitu bantuan darurat ketika harus mendapatkan perawatan di rumah sakit, evakuasi medis dan repatriasi, juga bantuan non-darurat seperti rujukan kedutaan asing, arahan ketika terjadi kehilangan dokumen perjalanan dan bagasi, rujukan penyedia layanan medis, hingga bantuan konsultasi medis.

Bagaimana untuk anda dan keluarga tercinta anda ? apakah telah memiliki asuransi pribadi untuk masing masing anggota keluarga ? segera ajukan Polis pertama anda atau polis tambahan untuk keluarga anda, dengan menghubungi saya, calon agent asuransi anda. Klik disini untuk menghubungi

Bos restoran ini sangat berhati mulia, jual restorannya untuk biaya pengobatan tumor pada karyawannya

Tags

, , ,

jual restoran untuk biaya berobat

HOUSTON, KOMPAS.com — Seorang pengusaha restoran di Texas, AS, memutuskan untuk menjual restorannya ketika mengetahui seorang pegawainya menderita tumor otak dan tak memiliki biaya untuk berobat.

Brittany Matthis (19), yang ayahnya meninggal dunia akibat tumor otak, didiagnosis mengidap penyakit yang sama bulan lalu. Namun, perempuan ini tidak memiliki asuransi kesehatan untuk menutup ongkos pengobatannya.

Mengetahui hal ini, Michael De Beyer, pria kelahiran Jerman yang merupakan pemilik restoran Kaiserhof dan Wunderbar di Montgomery, Texas, berniat menjual kedua restoran miliknya demi menolong Brittany.

“Saya tak bisa hanya duduk dan membiarkan ini terjadi. Saya tak akan bisa memaafkan diri saya sendiri. Saya tak akan bahagia mendapat uang dari restoran itu, sementara mengetahui dia membutuhkan bantuan,” kata Michael seperti dikutip harian Montgomery Courier.

Brittany, yang kakak perempuan dan ibunya juga bekerja di restoran itu, pada awalnya mengetahui ada sesuatu yang tidak beres dengan tubuhnya setelah menemukan bintik kemerahan di kakinya.

“Saya pergi ke rumah sakit dan mengetahui bintik merah itu adalah darah saya yang membeku,” kata Brittany.

“Lalu dokter melakukan pemeriksaan CAT dan MRI. Sehari sesudahnya, mereka memberi tahu bahwa saya mengidap tumor,” lanjut dia.

Brittany menambahkan, dokter mengatakan bahwa terdapat tumor sebesar bola pingpong di bagian kiri dari otaknya. Itulah sebabnya dia kerap merasakan sakit kepala.

Namun, meski sudah mengetahui penyakitnya, Brittany tidak melanjutkan perawatannya. Sebab, dia tidak memiliki asuransi kesehatan untuk menutup biaya pengobatan.

Mengetahui kondisi Brittany, Michael De Beyer, yang sudah beranak dua itu, mengatakan bahwa dia akan menjual restoran hasil kerja seumur hidupnya dan mendonasikan uangnya untuk pengobatan Brittany.

“Keluarga Brittany bekerja sangat keras. Mereka sering menghadapi masalah di masa lalu. Namun, mereka tidak pernah minta tolong kepada siapa pun,” kata Michael.

Michael memperkirakan, restorannya bernilai sedikitnya 2 juta dollar AS atau sekitar Rp 24 miliar. Sebelum mengetahui kondisi Brittany, Michael sempat menolak tawaran sebesar 1,3 juta dollar AS.

“Kini saya ingin melelangnya dengan tawaran minimal 50 persen dari harga aktualnya, dan semua penawaran di atas itu sangat cukup untuk membantu Brittany,” lanjut dia.

Lalu apa rencana Michael setelah restorannya terjual? Kepada stasiun televisi KHOU, Michael mengatakan bahwa dia akan menghabiskan lebih banyak waktu untuk istri dan kedua anaknya.

Bagaimana jika bosnya tutup mata ? apa yang akan dilakukan karyawannya ? Hutang pinjam, jual aset yang selama ini dikumpulkannya atau ??? semua itu butuh dana yang besar untuk pengobatan penyakit kritis. jadi segera ajukan asuransi untuk anda dan putuskan yang terbaik untuk kelangsungan hidup keluarga anda.

Contact Us

Jual rumah dan mobil untuk biaya berobat anak karena penyakit kritis

Tags

, , , ,

asuransi jiwa penyakit kritis

Aset dan uang anda bukanlah milik dokter, mari berasuransi. biarkan perusahaan asuransi yang membayarnya

Rumah satu-satunya telah dijual Akhdiat Suryawan (48 tahun) untuk membiayai pengobatan anaknya, Faizal Darmawan (14 tahun), yang menderita tumor otak yang merupakan penyakit kritis.
Penghasilan Akhdiat sebagai guru olah raga di SD Negeri 02 Pondok Kopi, Jakarta Timur, tetap tak cukup membiayai pengobatan anaknya yang begitu besar.
Inilah ironi yang dihadapi Akhdiat. Sebagai guru, dia memiliki penghasilan yang memadai, hampir Rp 8 juta per bulan. Namun, dia tetap tak berdaya saat
dihadapkan pada biaya pengobatan anaknya yang sangat besar. Biaya yang harus disediakan untuk biaya berobat mencapai Rp 120 juta.
Sebagai pegawai negeri sipil, Akhdiat memang memperoleh Asuransi Kesehatan (Askes) dan Jaminan Pelayanan Kesehatan (JPK). Namun, besaran biaya
pengobatan yang ditanggung kedua jenis jaminan kesehatan itu pun ada batasnya.
Dari total biaya pengobatan untuk Faizal lebih dari Rp 120 juta, hanya sekitar Rp 70 juta yang ditanggung dua jaminan kesehatan itu. Sisanya ditanggung sendiri
Ayah lima anak itu pernah mencoba mencari keringanan biaya pengobatan melalui Kartu Jakarta Sehat (KJS), tetapi ditolak saat mengurus KJS di tingkat
kecamatan, karena penghasilannya sebagai guru dianggap cukup memadai.
Sekarang, Akhdiat harus segera menyiapkan dana lagi tak kurang dari Rp 120 juta untuk terapi lanjutan bagi anaknya. Namun, dia mengaku sudah tak punya
dana lagi karena tabungannya terkuras untuk biaya operasi dan terapi Faizal pada Agustus lalu.
“Simpanan kami tinggal Rp 20 juta dan itu pun masih menunggu pelunasan dari orang yang membeli rumah kami. Kami sih berharap, orang itu bisa segera
melunasinya supaya kami bisa segera membeli obat bagi anak kami,” kata Akhdiat, Rabu, 30 Oktober 2013.
Akhdiat mengatakan, rumah satu-satunya itu dijual dengan harga Rp 50 juta. Rumah itu berada di kawasan Pondok Gede, Bekasi. Semestinya, kata Akhdiat,
rumah itu bisa laku Rp 100 juta. Namun, karena dia tak ingin pengobatan untuk anaknya terputus, Pak Guru dan istrinya, Ida Dartimah (40 tahun), memutuskan
menjual rumahnya dengan harga murah asal cepat laku.
“Itu pun baru dibayar separuh oleh pembelinya, karena kami butuh dana besar segera,” ujarnya.
Kabar mengagetkan tentang anaknya itu kira-kira diterima Akhdiat pada Maret tahun lalu. Saat itu Akhdiat memperoleh hasil diagnosis dari dokter bahwa anaknya,
Faizal, menderita tumor otak jenis astrocytoma. Tumor itu tumbuh akibat munculnya gumpalan darah di bagian kepala.

TRAUMA KEPALA

Faizal mengaku pernah mengalami trauma pada kepalanya sekitar tahun 2011. Saat itu dia sedang naik angkutan umum dan kepalanya terkena lemparan batu

datangnya dari kelompok remaja yang nongkrong di pinggir jalan.
“Saat itu memang terasa pusing, tetapi berangsur hilang,” katanya.
Baru pada Mei tahun lalu, kata Faizal, kepalanya terasa nyeri dan dia menderita muntah-muntah. Oleh dokter di klinik, ia dianggap terkena serangan tifus.
Kondisinya pun berangsur pulih setelah diberi obat, sehingga Faizal bisa menjalani ujian nasional SMP dan memperoleh nilai 33,5, yang berarti rata-rata 8 untuk
keempat mata pelajaran yang diujikan.
Namun, pada Maret, kesehatan Faizal kembali turun hingga tidak sadarkan diri. Setelah diperiksa di Rumah Sakit Islam Pondok Kopi, ditemukan indikasi tumor
pada otak. Faizal dirujuk ke Rumah Sakit Dharmais, Jakarta Barat, dan di rawat beberapa minggu. Akhdiat mengatakan, biaya perawatan Faizal di Rumah Sakit
Dharmais sepenuhnya ditanggung Askes.
Namun, lonjakan biaya pengobatan kemudian muncul saat Faizal mulai menjalani operasi dan terapi pengobatan pada Agustus. Menjelang operasi, Faizal harus
menjalani pemeriksaan kepala dengan MRI sebesar Rp 21 juta yang ditanggung oleh Askes. Kemudian, operasi sebesar Rp 30 juta yang ditanggung oleh JPK
Askes.
Kuota JPK Askes yang diperoleh Akhdiat Rp 50 juta untuk setiap anggota keluarga yang ditanggung. Kuota JPK bagi Faizal setelah menjalani operasi pun tinggal
Rp 20 juta. Padahal, setelah operasi, Faizal masih harus menjalani terapi sinar dan obat yang memakan biaya hampir Rp 80 juta.
Selama terapi pasca operasi, untuk obatnya saja menghabiskan dana Rp 70 juta untuk 46 tablet Temodal. “Untuk obat, akhirnya hanya Rp 20 juta yang
ditanggung JPK, sisanya kami tanggung sendiri,” katanya.

JUAL RUMAH

Praktis, sejak kuota JPK untuk Faizal habis, pembelian obat sebesar Rp 50 juta lagi harus ditanggung Akhdiat. Sebagian bisa ditutupi dari hasil penjualan rumah.
Namun, pembeli rumah baru membayar Rp 30 juta, sehingga Akhdiat harus mencari tambahan Rp 20 juta lagi dengan mengutang kepada kerabat dan beberapa
orang tua murid.
Pengobatan Faizal belum berhenti di situ. Menurut ibunya, Ida Dartimah, Faizal harus menjalani terapi lanjutan pada 6 November. Karena kuota JPK untuk Faizal
sudah habis, kata Ida, dokter di Rumah Sakit Dharmais telah mengingatkan agar segera disiapkan dana pengobatan sebesar Rp 130 juta.
Ida mengatakan, entah bagaimana caranya, dia akan sekuat tenaga memenuhi semua biaya pengobatan lanjutan untuk anak ketiganya itu. Kemungkinan besar
dia akan menjual mobilnya yang diperkirakan laku dijual Rp 50 juta, ditambah pelunasan dari penjualan rumah sebesar Rp 20 juta.
“Tetapi, jual mobil juga butuh waktu. Mudah-mudahan bisa segera laku. Untuk menutupi kekurangan Rp 60 juta lagi, nanti akan kami pikir lagi,” ujarnya.
Akhdiat mengatakan, sejak satu-satunya rumah miliknya dijual, dia tak lagi memiliki rumah. Namun, beruntung pengelola SD Negeri 02 Pondok Kopi memberikan
kesempatan bagi keluarganya menempati rumah dinas guru.
Hanya yang dikhawatirkan Akhdiat, sejak menjalani operasi, mata kiri Faizal mengalami kebutaan. Penglihatan mata kanan Faizal juga berangsur turun, sehingga
saat ini penglihatannya kabur.
“Kami sudah diberi tahu dokter bakal ada efek setelah operasi, salah satunya lumpuh. Rupanya sekarang efeknya baru muncul, penglihatan Faizal jadi
berkurang,” katanya.
Sejak kesehatannya menurun, Faizal sepenuhnya terbaring di rumah. Dia tak mampu berjalan jauh karena mudah pusing dan penglihatannya berangsur
menurun. Akibatnya, dia tak melanjutkan sekolah.
“Penginnya sih sekolah, tetapi seperti ini mana bisa,” ujar Faizal yang pernah masuk dalam tim sepak bola U-12.
(Sumber: KOMPAS, Kamis, 31 Oktober 2013)

Anda sangat nekat, hidup tanpa memiliki asuransi jiwa. sudah siapkah jika dokter meminta Rp 500jt – 1M hari ini untuk biaya pengobatan akibat penyakit yang bapak/ibu derita ??? atau mungkin pertanyaan ini, apa yang bapak/ibu berikan kepada keluarga jika anda si pencari nafkah harus pindah dunia ??? Klik disini untuk mengetahui manfaat perlindungan dari asuransi jiwa dan kesehatan Allianz

Perlunya asuransi kesehatan yang mencover penyakit kritis

Tags

, , ,

pengobatan sakit kritis yang mahal

Banyak perusahaan asuransi jiwa & kesehatan yang mengklaim produknya adalah asuransi kesehatan terbaik, sehingga membuat bingung orang-orang awam. Pertanyaannya adalah, dari semua produk asuransi yang terbaik itu, manakah asuransi kesehatan yang bagus untuk Anda? Saya acungkan jempol buat Anda, yang sudah menyadari pentingnya memiliki proteksi. Tidak banyak orang yang memiliki kesadaran berasuransi apalagi memikirkan untuk memproteksi kesehatan anggota keluarga (asuransi keluarga). Saya memberi apresiasi khusus bagi orang-orang seperti Anda yang memilih jalan untuk mencari tahu/ informasi dahulu sebelum menentukan pilihannnya. Orang memilih ikut asuransi pada umumnya sudah menyadari pentingnya kesehatan. Jika Saya boleh bertanya, Mengapa Anda ikut Asuransi?

1. Karena kesehatan itu mahal.

2. Biaya rumah sakit semakin hari semakin meningkat.

3. Kondisi kesehatan tidak selalu bisa diramalkan selalu baik.

4. Belum memiliki proteksi dari kantor/ tempat bekerja, jika sakit, tidak ada yang
meringankan beban biaya.

5. Resiko pekerjaan saya tinggi, bekerja di lapangan.

6. Supaya kalau berobat di rumah sakit bisa gratis.

Bila alasan di atas menjadi dasar Anda untuk memiliki proteksi, saya kira hampir semua produk asuransi kesehatan di Indonesia ini sudah bisa mengcover itu semua. Namun perlu Anda ingat penyakit/kesehatan merupakan masalah serius yang harus dipersiapkan sebaik-baiknya, oleh sebab itu sebelum Anda memiliki asuransi kesehatan perlu dipertimbangkan bahwa kebutuhan Anda bukanlah untuk memproteksi Anda/keluarga dari resiko kesehatan hari ini atau besok saja, melainkan beberapa tahun atau mungkin puluhan tahun ke depan.
Beberapa hal yang menjadi pertimbangan diantaranya adalah :

  • Berapa banyak manfaat untuk rawat inap.
  • Rawat jalan
  • Rawat operasi, dsb.

Banyak orang beranggapan bahwa dengan memiliki proteksi di atas menyatakan bahwa asuransi tersebut cocok baginya.

FAKTANYA : Tidak banyak manfaat rawat jalan/ inap yang digunakan oleh nasabah
Sebagian orang mengambil proteksi ini semata mata hanya ingin bisa double claim dari proteksi yang telah diberikan oleh kantor tempatnya bekerja.
Mereka berpikir rawat inap/jalan adalah proteksi yang paling utama dalam memilih asuransi, Coba Anda ingat-ingat kapan terakhir Anda rawat inap di Rumah Sakit?
3 tahun… 5 tahun… mungkin waktu masih sekolah dahulu pernah dirawat inap. itu artinya manfaat itu sangat jarang sekali penggunaannya.
Perlu disadari bahwa manfaat rawat inap/jalan berhubungan dengan besarnya premi yang akan dibayarkan. Saat Anda memutuskan untuk mengambil manfaat ini perlu dilihat berapa hari dalam setahun Anda akan diproteksi ?
Ada tiga hal yang lebih penting dari hanya manfaat rawat inap/jalan saja, yang perlu Anda cermati dan menjadi pertimbangan dalam memilih asuransi kesehatan yang bagus, tiga hal penting ini pada umumnya tidak semua perusahaan asuransi jiwa / kesehatan berani mengcovernya, hal-hal penting itu adalah :

  • COVER PENYAKIT KRITIS

Penyakit yang paling ditakuti semua orang saat ini adalah SAKIT KRITIS, baik itu jantung, kanker, tumor, stroke, dsb. Penyakit tersebut setiap tahun semakin meningkat jumlah penderitanya, dikarenakan pola hidup tidak sehat, stress, bahkan karena kegemukan.

perlindungan penyakit kritis penting

Dan menurut survey yang telah dilakukan oleh WHO, 90% manusia meninggal sebelumnya karena terkena sakit kritis. Artinya hanya sekitar 10% manusia yang meninggal dalam kondisi alami. Hmm.. sangat sedikit sekali bukan.

Untuk penyakit kritis ini pun biayanya sangat mahal, jika saat ini sudah ratusan juta bisa dibayangkan sepuluh, duapuluh bahkan tigapuluh tahun kemudian, bisa jadi miliaran bukan? Inilah yang harus kita cermati dan perhatikan!

Tanyakan pada agen yang menawarkan asuransi kepada anda :
1. Apakah asuransinya memiliki proteksi untuk sakit kritis?
2. Berapa macam jenis penyakit kritis yang dicovernya?
3. Jika ada, cek berapa besarnya proteksi yang diperuntukkan untuk sakit kritis dan coba Anda pikirkan dan hitung lagi sudah cukupkah biaya proteksi yang diberikan dibandingkan dengan kebutuhan biaya itu pada saat terjadinya?

Ini penting, karena tidak semua asuransi kesehatan memberikan perlindungan untuk sakit kritis, beberapa ada tetapi memiliki nilai tunai yang sangat kecil, itu tidak membantu Anda!
Jangan lupa untuk cek dan tanyakan, biasanya asuransi kesehatan yang bagus akan memberikan manfaat tabungan gratis bila nasabahnya terkena penyakit kritis.
Anda merasa tidak mungkin terkena penyakit kritis, PERTANYAANnya :
“Dengan pola hidup yang kita jalanin sekarang ini, dalam rentang waktu 20 – 30 tahun ke depan, adakah kemungkinan kita terkena salah satu dari penyakit kritis?”

  • COVER CACAT TETAP TOTAL

Selain sakit kritis masih ada hal lain yang juga tinggi tingkat risikonya seperti cacat karena sakit ataupun kecelakaan, bahkan cacat tetap total yang memungkinkan seseorang sudah tidak dapat bekerja lagi. Bila hal ini terjadi pada nasabah,
Tanyakan sedetail mungkin apakah yang dilakukan oleh perusahaan asuransi itu.

1. Mengeluarkan biaya proteksi, lalu tutup polis (putus hubungan), atau

2. Mengeluarkan biaya proteksi dan memberi manfaat tabungan gratis pada nasabahnya sampai usia tertentu, dan proteksi lainnya terus berjalan.

Saran saya, pilihlah asuransi yang memberi opsi nomor 2, karena kita semua tahu bila seseorang mengalami cacat tetap total, secara otomatis dirinya tidak bisa melakukan pekerjaan maksimal seperti sebelumnya, untuk beberapa perusahaan di Indonesia ini keadaan dari karyawan seperti ini akan menjadi pertimbangan untuk diberikannya kebijakan “pensiun dini” pada karyawan itu. Anda pasti mengerti maksud saya.
Oh ya jangan lupa carilah asuransi yang memberikan proteksi cacat tetap total dengan claim bayar langsung bukan “dicicil”.

  • MASA PROTEKSI

Jika Anda memutuskan untuk memiliki proteksi saat ini, maka Anda juga harus menghitung sampai usia berapa Anda akan diproteksi, karena tentunya selisih 5 tahun saja akan sangat penting buat Anda bukan? Asuransi kesehatan yang mengklaim produknya bagus harus memiliki masa proteksi paling lama, khususnya untuk manfaat penyakit kritis (sampai nasabah berusia 70 – 100 tahun).
Selain itu carilah asuransi kesehatan yang tidak melakukan pengurangan manfaat/benefit jika terjadi claim dari salah satu penyakit kritis ataupun cacat tetap total dengan claim yang akan diterima oleh ahli waris jika tertanggung meninggal dunia.

Asuransi kesehatan yang bagus selalu menempatkan nasabah pada posisi “menang”
Artinya setiap biaya manfaat (sakit kritis/cacat tetap total) yang dikeluarkan kepada nasabahnya tidak mengganggu biaya manfaat (jiwa) lainnya, karena banyak asuransi yang sekilas memiliki biaya perlindungan yang besar, ternyata biaya manfaat itu saling mengurangi.
Bertanyalah lebih detail mengenai kekuatan financial perusahaan bukan saja dari informasi agen/iklan yang ditayangkan tetapi prestasi nyata yang diraih oleh perusahaan.

Apakah asuransi kesehatan Anda sudah memiliki manfaat-manfaat diatas ? Kalau belum, patut Anda pertanyakan ke financial konsultan (agen) asuransi kesehatan Anda. Bagi Anda yang belum memiliki proteksi, disini kami membantu Anda untuk bisa melihat manfaat apa saja yang akan Anda dapatkan dengan berasuransi, klik disiniBanyak fakta yang terjadi diluar sana, banyak orang lengah untuk memilih tidak memiliki asuransi jiwa, salah memilih asuransi kesehatan, dan tidak mempertimbangkan faktor-faktor lain. Maka seperti saya utarakan tadi bahwa jika Anda tidak jeli dalam mempertimbangkan manfaat proteksi, dikhawatirkan malah akan menimbulkan masalah serius dalam perencanaan keuangan, bahkan tidak sedikit yang akhirnya “bangkrut” karena claim yang diberikan tidak mencukupi untuk biaya kesehatannya, karena itu fokuslah untuk melihat manfaat yang akan Anda terima nantinya.

Segera hubungi saya dengan meng klik disini untuk info lebih lanjut atau untuk janji temu sehingga penyampaian berita baik dapat diterima lebih maksimal.

Kita semua hadapi resiko sakit kritis dan meninggal

Tags

, ,

JAKARTA, KOMPAS.com – Semua orang, baik yang kaya maupun yang miskin, menghadapi dua risiko yang sama, yakni sakit kritis dan meninggal. Seseorang boleh saja memiliki gaji ratusan juta rupiah setiap bulan. Akan tetapi, ketika sakit datang, ia tidak bisa menghindarinya. Gaji dan kekayaannya juga belum tentu cukup membiayai pengobatannya, Urusan kapan ajal menjemput kita itu lebih misterius lagi.

Masalahnya, ketika benar-benar datang, risiko sakit dan meninggal itu akan mengganggu perencanaan keuangan kita sebagai individu atau keluarga.
Kematian orang yang menjadi tulang punggung ekonomi keluarga, misalnya, bisa mengancam masa depan pendidikan buah hati. Persoalan kian rumit jika keluarga itu menanggung utang.

Jangan keburu paranoid! Semua risiko bisa kita hadapi jika kita mau mengantisipasinya sejak dini. Untuk mengantisipasi dua risiko utama dalam hidup tadi, para perencana keuangan menyarankan, setiap keluarga menyiapkan proteksi berupa asuransi. Ini syarat mutlak sebelum kita menyusun rencana keuangan yang lain.

perencanaan keuangan asuransi jiwa allianzDi tengah tawaran produk asuransi yang semakin marak, tentu saja, kita tidak bisa asal mencomot produk asuransi. disinilah diperlukannya kita melihat data kinerja perusahaan asuransi yang akan menjadi pilihan kita (Allianz merupakan perusahaan asuransi terbesar dalam 2000 global leading companies) Masalahnya, memilih produk asuransi tidak mudah. Orang bilang, asuransi adalah produk yang manfaatnya tidak bisa langsung terlihat ketika baru dibeli. Alhasil, kita kerap diliputi kebingungan dalam menjatuhkan pilihan atau malah merasa tidak memerlukan asuransi jiwa.

Meski begitu, kita tidak perlu gelap mata dengan membeli berbagai macam polis asuransi sekaligus. Betul, sebagai perlindungan dari beragam ancaman lingkungan, idealnya, segala risiko perlu diproteksi. Namun, karena keterbatasan dana, kita harus bisa memilih asuransi yang sesuai isi kantong dan kebutuhan hidup.

Hitung kebutuhan dengan cermat

Karena itu, sebelum memilih produk asuransi, kita perlu melakukan profilingProfiling adalah analisis yang meliputi kedudukan si calon nasabah dalam keluarga, siapa saja anggota keluarga yang jadi tanggungannya, sejarah kesehatan, pekerjaan, karakter, kebutuhan, dan kondisi lingkungan.

Dengan mengetahui profil diri sendiri, seseorang bisa menentukan risiko dan jenis asuransi apa saja yang dibutuhkannya. Apalagi, risiko atau kebutuhan hidup selalu berkembang dan berubah seiring perjalanan waktu dan nasib seseorang.

Risiko yang paling pasti adalah meninggal dunia. Risiko ini dapat timbul karena sakit, kecelakaan, bencana alam, atau peristiwa-peristiwa lain yang tak terduga. Otomatis, risiko ini wajib diproteksi oleh mereka yang memiliki nilai ekonomis atau menjadi sumber penghasilan keluarga.

Jika si sumber pendapatan tersebut meninggal dunia atau mengalami kecelakaan berat, produk asuransi dapat dipakai oleh anggota keluarga yang ditimpa kemalangan itu untuk membiayai kebutuhan hidupnya dan terbebas dari kesulitan finansial.

Karena itu, asuransi jiwa sifatnya wajib bagi pencari nafkah atau tulang punggung keluarga. Sementara itu jika tidak mempunyai tanggungan atau tidak ingin mewariskan apa pun, orang tersebut tidak memerlukan asuransi jiwa.

Risiko atau ancaman lain adalah kemungkinan menderita sakit, cacat, atau kelumpuhan. Alih-alih mencomot dana investasi, lebih aman jika biaya berobat berasal dari klaim asuransi yang kita cairkan. Jadi, biaya itu tidak mengganggu alokasi dana darurat atau dana investasi.

Asuransi kesehatan yang dapat melindungi seseorang dari berbagai risiko itu diperlukan, tidak hanya bagi si pencari nafkah, tetapi juga setiap orang. Akan tetapi, untuk efisiensi, asuransi kesehatan terutama dibutuhkan bagi si pencari nafkah.

Risiko yang juga dapat mengancam tujuan hidup dan kesejahteraan seseorang adalah kehilangan atau kerusakan barang berharga yang dimiliki. Namun, dalam menentukan jenis asuransi yang diperlukan untuk memproteksi harta benda, kita harus membuat skala prioritas.

Untuk mengukur jenis harta benda yang wajib diproteksi, kita bisa melihat nilai dan manfaat harta tersebut. Misalnya, rumah tinggal dan kendaraan sangat penting untuk aktivitas keluarga.

Ancaman lain yang berpotensi menghampiri hidup seseorang dapat bersumber dari lingkungan. Misalnya, risiko inflasi, bencana alam, penipuan investasi, dan sebagainya.

Kebutuhan Asuransi

Para perencana keuangan sepakat menyarankan, sebuah keluarga minimal harus memiliki asuransi yang terkait dengan risiko pribadi, yakni asuransi jiwa dan asuransi kesehatan. Di luar dua asuransi itu, kita bisa memiliki asuransi lain sesuai kebutuhan dan prioritas masing-masing.

Dalam memilih asuransi, kita juga harus menaksir kebutuhan uang pertanggungan. Kebutuhan pertanggungan asuransi jiwa, misalnya, dapat berdasarkan penghasilan atau pengeluaran seseorang. Ini juga terkait jangka waktu proteksi yang dibutuhkan. Misalnya sampai anak terkecil sudah punya penghasilan.

Setelah mengetahui uang pertanggungan dan masa proteksi, langkah terakhir adalah membuat simulasi perhitungan asuransi untuk mengetahui jumlah premi yang harus kita bayarkan. Maklum, selain pengeluaran premi asuransi, sebuah keluarga pasti memiliki daftar panjang pengeluaran-pengeluaran pokok lainnya yang juga tidak boleh diabaikan.

Mari Berasuransi ! klik disini untuk menghubungi saya, calon agent asuransi anda :)

TAPRO FAMILY produk terbaik untuk keluarga anda dari asuransi jiwa allianz

Tags

, , ,

Perlindungan untuk seluruh keluarga dari asuransi jiwa allianz

Perlindungan untuk seluruh keluarga, Ayah, Ibu & Anak-anaknya

Allianz memberikan perlindungan finansial untuk keluarga Indonesia dengan menawarkan tabungan keluarga, dimana dengan miliki tabungan Tapro family ini maka keluarga tersebut akan mendapatkan perlindungan finansial bila salah satu dari anggota keluarga tersebut terkena musibah.

Manfaat perlindungan yang didapatkan adalah :

1. Asuransi dasar

Manfaat perlindungan akan diberikan jika nasabah meninggal dunia apapun penyebabnya, masa perlindungan ini adalah seumur hidup.

2. Kecelakaan ( Accident death & Disability / ADDB )

Manfaat perlindungan ini akan dibayarkan bila salah satu dari anggota keluarga tersebut meninggal atau cacat karena kecelakaan sebelum mencapai usia 65 tahun.

3. Cacat Tetap Total ( Total Permanent Disability / TPD )

Manfaat perlindungan akan dibayarkan bila salah satu dari anggota keluarga tersebut mendeitra cacat tetap total karena sakit atau kecelakaan sebelum mencapai usia 65 tahun.

4. 49 penyakit kritis + 100 kondisi penyakit kritis (CI 100)

Manfaat perlindungan akan dibayarkan sesuai ketentuan pada Polis bila salah satu dari anggota keluarga tersebut pertama kali terdiagnosa / menderita salah satu dari 49 penyakit kritis atau 100 Kondisi Penyakit Kritis (Critical Illness) sampai dengan Tertanggung mencapai usia 100 tahun.

Keuntungan di Tapro Family ini adalah memberikan pembebasan pembayaran premi jika salah satu dari orang tua, Ayah atau Ibu terkena musibah penyakit kritis atau cacat tetap total atau meninggal dunia.

Jika hal tersebut dialami oleh keluarga tersebut maka asuransi jiwa Allianz yang akan menanggung premi yang seharusnya dibayarkan oleh Ayah/Ibu sebagai si pencari nafkah untuk kelangsungan hidup keluarga tersebut sampai dengan umur Ayah/Ibu mencapai usia 65 tahun. dan Allianz mengeluarkan sejumlah uang pertanggungan yang besarnya sesuai dengan polis asuransi mereka.

Saya akan memberikan contoh ilustrasi agar bapak/ibu paham akan pentinganya Tapro family ini, silakan lihat dibawah ini.

asuransi jiwa allianz tapro family 1

Ayah meninggal karna sebuah musibah

keluarga ini menabung di Tapro family, karena ayah/ibu mengerti akan pentingnya menyisihkan pendapatan mereka untuk menabung di tapro family. ternyata keputusan yang mereka ambil merupakan keputusan bijak untuk terus memberikan dukungan finansial kepada keluarga mereka, karena sang ayah si pencari nafkah meninggal dunia atau terkena penyakit kritis pada usia 40 tahun sehingga tidak memungkinkan sang ayah untuk tetap mencari nafkah (pensiun dini) sadar akan kondisi keluarga tersebut maka asuransi jiwa Allianz memberikan uang pertanggungan untuk biaya penyembuhan penyakit kritis yang sangat mahal/memberikan uang pertanggungan kepada keluarganya sebagai ahli waris karena sang ayah telah meninggal dan seluruh anggota keluarga tersebut ditabungkan oleh asuransi jiwa Allianz sebesar premi yang biasa sang ayah bayarkan per-bulan sampai dengan sang ayah berumur 65 tahun. anak-anak mereka tetap memiliki tabungan mereka dan tetap mendapatkan perlindungan finansial dari asuransi jiwa Allianz.

begitu pun jika musibah tersebut terkena pada sang Ibu, maka sang ayah dan anak-anak mereka ditabungkan oleh asuransi jiwa Allianz sampai si Ibu ber-usia 65 tahun.

Hanya Allianz yang memberikan produk seperti ini, segera hubungi agent anda untuk mendapatkan penjelasan lebih jelas. segera lindungi seluruh keluarga anda, karena kita tidak pernah tau apa yang akan terjadi pada diri kita di hari esok, dan keluarga anda tetap harus berjuang untuk menjalani hidup ini. klik disini untuk menghubungi saya dan bertanya mengenai produk ini.

Allianz mendapatkan predikat sangat baik

Tags

, , ,

asuransi jiwa allianz infobank award

Sertifikat penghargaan yang diberikan Infobank kepada Allianz

Allianz kembali mendapatkan predikat sangat bagus versi majalah Infobank pada bulan Agustus 2013, penghargaan ini diberikan atas kinerja keuangan yang terus berkembang baik dari tahun 2012 sampai 2013 ini.

selain menduduki peringkat international 2000 perusahaan terbesar dan satu-satunya perusahaan asuransi jiwa terbesar dunia versi majalah fortune, Allianz juga mengukir prestasi sebagai perusahaan asuransi berpredikat sangat bagus atas kinerja keuangan selama tahun 2012.

Tabungan dengan nilai plus

Tags

, , ,

Sudah saatnya kita mengetahui keuntungan jika menabung di asuransi, mari kita liat perbedaan menabung secara konvensional ( bank atau sisipan rutin pribadi ) dengan menabung di asuransi jiwa Allianz Tapro atau tabungan proteksi. mari kita lihat tabel dibawah ini.

asuransi jiwa allianz tapro tabel

Tabel bapak X

mari kita perhatikan tabel sebelah kiri untuk rencana menabung secara konvensional dengan target pencapaian tabungan sebesar Rp. 500.000.000 butuh 20.000 hari atau 50 tahun untuk mencapai tabungan sebesar Rp. 500.000.000 dengan kita menyisihkan Rp. 25.000/hari berarti umur kita sudah 50 tahun jika memang kita menabung sejak tahun pertama kita lahir :) kita anggap kita menabung rutin di umur 20 tahun dengan menyisihkan Rp. 25.000/hari berarti saat kita berumur 70 tahun baru terkumpul uang sejumlah Rp. 500.000.000 (puji tuhan akhirnya terkumpul) tetapi apa jadinya ketika uang tersebut terkumpul ternyata kita terkena penyakit kritis dan dokter meminta biaya pengobatan sebesar Rp. 500.000.000 ??? mau tidak mau kita pasti memberikan kepada dokter sejumlah uang yang dia sebut tadi karena kita ingin sembuh, pertanyaannya apakah kita rela memberikan Rp. 500.000.000 tersebut yang kita kumpulkan susah payah selama 50 tahun ?? diberikan karena kita ingin sembuh dari penyakit kita.

sekarang kita perhatikan di tabel sebelah kanan, kita sudah pintar dan bijaksana dalam menanggapi arti pentingnya memiliki asuransi jiwa di Allianz dan kita memutuskan untuk menabung di Allianz saja, nilainya sama Rp. 25.000/hari dengan target Rp. 500.000.000 namun yang membedakan dengan menabung secara konvensional adalah jika kita terkena penyakit kritis dan dokter meminta uang sebesar Rp. 500.000.000 tersebut untuk biaya pengobatan, Allianz sudah menyiapkan uang sebesar Rp. 500.000.000 tanpa perlu kita membayar menggunakan tabungan kita. tabungan kita tetap aman untuk anak cucu :) lalu apa jadinya jika ternyata kita meninggal karena penyakit kritis tersebut ? Allianz akan memberikan lagi uang sebesar Rp. 500.000.000 + tabungan kita Rp. 500.000.000 untuk ahli waris keluarga tersayang jadi total manfaat jika kita menabung di asuransi jiwa Allianz adalah sebesar Rp. 1.500.000.000. apa yang rugi dari kita jika menjadi nasabah di Bank plus ini ???

penjelasan diatas adalah jika memang beruntung kita mencapai target menabung hingga terkumpul Rp. 500.000.000. apa jadinya bila ternyata ditengah jalan atau di seperempat jalan kita terkena penyakit kritis tersebut ? mari kita lihat tabel dibawah ini.

asuransi jiwa allianz tapro

Tabel bapak XXX

kita lihat lagi tabel sebelah kiri, kita menabung secara konvensional (bank/pribadi) sebesar Rp. 25.000/hari dengan target ingin memiliki Rp. 500.000.000 namun ternyata nasib tidak berkata baik tidak seperti tabel bapak X. karena dihari ke 1.000 (+- 3 tahun) ternyata bapak XXX terdiagnosa pertama kali terkena penyakit kritis dan dokter meminta sebesar Rp. 500.000.000 sedangkan di hari ke 1.000 uang bapak XXX baru terkumpul Rp. 25.000.000 masi kurang Rp. 475.000.000 keluarga bapak XXX tidak ingin orang terkasihnya sedih dan mereka mencari cara dengan cara menjual aset/harta, meminjam kepada kerabat, meminta sumbangan tentu saja semua itu dapat menjadikan keluarga XXX bangkrut atau menambah masalah yaitu utang. ini lah yang menyebabkan banyak keluarga bangkrut karena biaya pengobatan penyakit kritis yang luar biasa mahal.

lain jika bapak XXX mendapatkan info baik untuk menabung di asuransi jiwa Allianz. sama-sama menabung Rp. 25.000/hari dan ingin mencapai Rp. 500.000.000 namun ternyata nasib tidak baik dan bapak XXX terdiagnosa pertama kali terkena penyakit kritis dan dokter meminta Rp. 500.000.000 untuk biaya pengobatannya tersebut dan lebih parahnya lagi bapak XXX baru menyisihkan uang sebesar Rp. 25.000/hari selama 3 bulan jadi baru terkumpul +- Rp. 2.250.000 mau cari dari mana duit sebesar Rp. 500.000.000 tersebut ? jual aset ? utang kerabat ? meminta sumbangan ? untung bapak XXX kali ini sudah mendengar info baik ada tabungan proteksi di Allianz dan memutuskan untuk menjadi nasabah, sehingga bapak XXX mendapat uang pertanggungan yang telah di siapkan oleh Allianz sebesar Rp. 500.000.000 untuk pengobatan penyakit kritis beliau dan jika beliau meninggal karena penyakit kritis tersebut beliau telah disiapkan dana oleh asuransi jiwa Allianz sebesar Rp. 500.000.000 lagi. padahal bapak XXX kali ini baru menabung 3 bulan namun Allianz telah menyiapkan dana Rp. 500.000.000 tersebut.

Ini lah kelebihan jika kita menabung di bank plus :) jadi untuk bapak/ibu yang telah membaca dan mengetahui ada info baik ini bapak/ibu menyarankan keluarga, saudara, teman untuk menyisihkan tabungan di Allianz atau di bank ?

klik disini dan segera miliki tabungan proteksi untuk pertama kali atau untuk kesekian kalinya. MARI BERASURANSI !

Allianz berkomitmen untuk melindungi keluarga Indonesia dari beban biaya penyakit kritis

Tags

, , ,

Belakangan ini, serangan jantung pada masyarakat yang berusia muda kerap kali terjadi. Itu terjadi bukan hanya di Indonesia, tetapi juga di belahan dunia lainnya. Serangan jantung adalah salah satu contoh penyakit kritis, di mana sebanyak 61 persen dari kematian di Indonesia disebabkan oleh penyakit kritis.

Dan di Tanah Air, usia rata-rata nasabah yang melakukan klaim asuransi terkait penyakit kritis adalah 43 tahun. Penyebabnya bisa jadi pola hidup yang tidak sehat. Selain melakukan perbaikan terhadap pola hidup, masyarakat juga memerlukan hal lainnya, yakni sebuah proteksi. Hal itu bisa didapatkan dari asuransi jiwa.

Serangan jantung, atau penyakit kritis lainnya, seperti kanker, membutuhkan biaya pengobatan yang tidak sedikit. Dana yang digelontorkan masyarakat untuk penyakit kanker bisa puluhan hingga ratusan juta. Karena penyakit kritis seperti itu penanganannya tidak bisa sekali saja, tetapi kontinu.

Lantas, apakah ada produk asuransi yang mau memberikan perlindungan kepada mereka yang berpenyakit seperti itu? Ada, yaitu Allianz Smartlink CI 100. Produk ini adalah tambahan (rider) dari produk asuransi Smartlink Flexi Account Plus.

“Penyakit kritis adalah momok yang menakutkan bagi setiap orang,” terang Joachim Wessling, Direktur Utama Allianz Life Indonesia, di Jakarta, Rabu (3/7/2013). Dia menerangkan, kebanyakan masyarakat di kota besar sulit untuk melakukan gaya hidup sehat, seperti berolahraga, karena kesibukan pekerjaan. Alhasil, kemungkinan mereka terkena penyakit kritis pun lebih besar.

Penyakit kritis, menurut dia, membutuhkan biaya yang tidak sedikit dalam pengobatan. Bahkan, pekerjaan pun bisa hilang karena penyakit tersebut. “Karena tidak bisa secara fisik mengerjakan pekerjaannya,” imbuh dia. Di sini, penting bagi masyarakat untuk memiliki asuransi untuk membantu mereka dalam membiayai pengobatan suatu penyakit.

Allianz sendiri telah melakukan survei terhadap 1.944 orang responden di 11 kota besar di Indonesia, seperti di Jakarta, Manado, dan Bali. Hasilnya, 95 persen responden menyatakan bahwa mereka sadar akan risiko penyakit kritis dan tingginya biaya pengobatan yang dikeluarkan.

Todd Swihart, Direktur Allianz Life Indonesia, mengatakan, jumlah klaim yang dibayarkan terkait penyakit kritis di Allianz bisa mencapai 500-600 klaim per tahun. Tahun 2012 saja, klaim yang telah dibayarkan terkait penyakit itu mencapai 496. Kembali menurut data perusahaan, lima penyakit kritis yang paling banyak diklaim dalam dua tahun terakhir adalah kanker, stroke, penyakit jantung, gagal ginjal, dan tumor otak jinak.

Melihat hal itu, Allianz pun bergerak cepat dengan menelurkan Allianz Smartlink CI 100. Ginawati Djuandi, Chief Agency Officer Allianz Life Indonesia, yang juga hadir dalam kesempatan yang sama, menuturkan, misi perusahaan mengeluarkan produk ini bukan hanya untuk menjual produk semata, tetapi juga melihat betapa pentingnya masyarakat mempunyai proteksi terhadap penyakit kritis. “Misi kami untuk membantu masyarakat kelas menengah memiliki proteksi ini,” tegas dia.

Lantas, apa saja yang ditawarkan oleh produk ini? Todd menuturkan, perlindungan terhadap tertanggung dimulai dari kondisi awal sampai dengan kondisi akhir. Bahkan, untuk beberapa penyakit kritis, nasabah diberikan perlindungan hingga kondisi terparah. “Tidak ada produk penyakit kritis lain di Indonesia yang mau menangani dari awal, menengah, hingga akhir,” ungkap Todd.

Gebrakan lainnya adalah tertanggung mendapatkan perlindungan sampai usia 100 tahun dengan usia masuk hingga 70 tahun. Nasabah pun berhak mengajukan klaim lebih dari satu kali. Bisa juga mendapatkan tambahan uang pertangggungan jika tertanggung harus menjalani angioplasty dan jika terdiagnosa komplikasi diabetes.

“Kami berharap Allianz Smartlink CI 100 dapat diterima dengan baik oleh masyarakat sebagai komitmen kami dalam memberikan dan menghasilkan sesuatu bagi para nasabah kami,” tandas Joachim. (EVA)

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,287 other followers