Tags

, ,

Melalui kampanye terbaru “Jalani hidup 100%”, Allianz Life Indonesia ingin mengajak masyarakat untuk mulai mempraktekkan pola hidup sehat dan memiliki kesadaran untuk melindungi diri dari berbagai risiko penyakit kritis. Dewasa ini masyarakat Indonesia, terutama yang tinggal di daerah perkotaan, cenderung memilih gaya hidup praktis, namun tanpa disadari semakin bergeser menjauhi standar kesehatan. Tingkat stress akibat tuntutan pekerjaan, kurang sempurnanya jenis dan kadar nutrisi dari makanan yang dikonsumsi, kebiasaan merokok dan yang paling utama adalah kurangnya kesempatan atau waktu yang dimiliki untuk berolahraga. Faktor-faktor tersebut menjadi pemicu timbulnya berbagai macam penyakit kritis, salah satunya penyakit jantung.
Menurut data yang dikeluarkan oleh World Health Organization¹, penyakit kardiovaskular merupakan penyebab kematian manusia nomor satu di negara maju dan berkembang dengan menyumbang 30% atau sekitar 17 juta kasus dari seluruh kematian di dunia. Dari angka ini, diperkirakan 7,3 juta disebabkan oleh penyakit jantung koroner². Sedangkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mengenai Penyakit Tidak Menular tahun 2007 menunjukkan bahwa kematian akibat penyakit jantung adalah sebesar 7,2% dari total angka kematian akibat penyakit tidak menular di Indonesia.
“Salah satu penyakit jantung yang sering muncul adalah penyakit jantung koroner. Hal ini dapat menyerang penderita ketika terjadi penyempitan atau penyumbatan pembuluh darah koroner, sehingga menimbulkan gangguan aliran darah yang membawa zat-zat makanan dan oksigen ke otot jantung,” ujar dr. Lanny Novianti, Head of  Individual Policy Management and Claim Allianz Life Indonesia. Dimulai dengan penumpukan lemak pada dinding dalam pembuluh darah jantung (pembuluh koroner) yang lama-kelamaan diikuti oleh berbagai proses seperti penimbunan jaringan ikat, pengapuran, pembekuan darah, dll yang kesemuanya akan mempersempit atau menyumbat pembuluh darah tersebut.
Salah satu akibat dari kondisi diatas adalah serangan jantung karena sebagian otot jantung mengalami kekurangan aliran darah sehingga tidak mendapatkan oksigen dan zat-zat makanan. Serangan jantung ada yang ringan, bahkan penderita mungkin tidak menyadarinya karena tidak ada rasa sakit, dan ada juga yang mengakibatkan kematian. Selain kematian mendadak, akibat lain yang bisa terjadi adalah penurunan kualitas hidup karena terganggunya fungsi pompa jantung.
Dari data klaim yang dimiliki oleh Allianz Life Indonesia, tercatat bahwa penyakit jantung termasuk dalam tiga penyakit kritis yang paling banyak diklaim selama dua tahun terakhir. Persentase klaim akibat serangan jantung pertama adalah sebesar 8,5% dari total klaim di tahun 2011 dan meningkat menjadi 13,7% dari total klaim di tahun 2012, dengan usia rata-rata tertanggung yang mengajukan klaim adalah 43 tahun. Hal ini juga menunjukkan bahwa penderita penyakit jantung terus bertambah setiap tahunnya.
“Peningkatan total jumlah klaim ini bisa menjadi salah satu indikator yang menunjukkan adanya fenomena gaya hidup yang kurang seimbang di masyarakat. Namun demikian, masyarakat dapat merubah hal tersebut dengan mempraktekkan pola hidup ke arah yang lebih sehat,” tambah dr. Lanny.
Selain dari tindakan pencegahan, masyarakat juga harus melindungi dirinya dari risiko finansial yang mungkin terjadi ketika mereka (pada akhirnya) terdiagnosa dengan penyakit jantung. “Biaya pengobatan dan perawatan untuk penyakit jantung sejak pertama kali terdiagnosa di Indonesia cukup tinggi, normalnya di atas Rp. 200 Juta apabila sampai diperlukan tindakan operasi. Jika kita tidak memiliki dana perlindungan yang cukup, tentunya biaya tersebut akan terasa berat,” ujar dr. Lanny. Dengan dana perlindungan yang memadai, peluang penderita untuk meminimalisir risiko lebih lanjut dari penyakit jantung dapat dipenuhi, karena penderita dapat segera menerima perawatan dari tahap dini.
“Kita tidak akan pernah tahu kapan penyakit akan datang, oleh karenanya perlindungan terhadap diri dan kondisi finansial yang dibutuhkan harus dimulai ketika kita masih sehat. Jika sudah terdiagnosa dengan penyakit kritis maka hal itu sudah terlambat. Yang terpenting adalah kita harus bisa memahami, menghindari dan melindungi diri kita dari risiko penyakit kritis” kata Joachim Wessling, Direktur Utama Allianz Life Indonesia. “Kami berharap setiap masyarakat dapat menjalankan gaya hidup sehat dan selalu mempersiapkan diri dengan memiliki asuransi jiwa dan kesehatan yang dapat diandalkan. Akan lebih baik jika dilengkapi dengan manfaat proteksi terhadap penyakit kritis agar kita selalu terlindungi secara finansial sebelum penyakit itu terjadi dan dapat mewujudkan hidup 100%.”

Allianz Life Indonesia kini memberikan solusi perlindungan terhadap lebih dari 100 jenis penyakit kritis dan memberikan manfaat multiple-stage claim untuk jenis penyakit kritis tertentu. Produk manfaat asuransi tambahan SmartLink CI 100 memberikan perlindungan penyakit kritis yang paling komprehensif di Indonesia saat ini.